gempa megathrust k 1
Gempa Yogya M 5,5 Terjadi karena Lempeng Megathrust Bergerak
"Gempa Yogya M 5,5 Terjadi karena Lempeng Megathrust Bergerak"
Gempa Yogya M 5,5 Terjadi karena Lempeng Megathrust Bergerak
Danu Damarjati - detikNews
Senin, 26 Agu 2024 21:35 WIB
Ilustrasi Jalur Megathrust yang Melalui Selatan Jawa (Istimewa/Dok. ITS)
Jakarta - Gempa bermagnitudo (M) 5,5 (sebelumnya BMKG menyampaikan M 5,8) berguncang dari laut selatan Yogyakarta alias Samudera Hindia. Gempa tersebut berguncang karena lempeng megathrust bergerak.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan lewat siaran pers tertulis, Senin (26/8/2024), gempa tadi tergolong gempa tektonik dengan pusat gempa yang dangkal.
"Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,85° LS; 110,17° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 107 km arah Barat Daya Gunungkidul pada kedalaman 42 km," tulis Daryono.
BMKG Catat 11 Gempa Susulan Usai Gempa M 5,8 di Gunungkidul Yogya
Gempa kecil dari megathrust
Gempa ini termasuk gempa megathrust. "Namun kecil," kata Daryono. Dia menjelaskan, lempeng-lempeng bumi di megathrust daerah Samudera Hindia Selatan Pulau Jawa bergerak sehingga mengakibatkan gempa.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya deformasi batuan di bidang kontak antar lempeng (megathrust). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust)," kata Daryono.
Sumber : Bmkg
"Gempa Yogya M 5,5 Terjadi karena Lempeng Megathrust Bergerak" Gempa bermagnitudo (M) 5,5 (sebelumnya BMKG menyampaikan M 5,8) berguncang dari laut selatan Yogyakarta alias Samudera Hindia. Gempa tersebut berguncang karena lempeng megathrust bergerak.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan lewat siaran pers tertulis, Senin (26/8/2024),"Gempa Yogya M 5,5 Terjadi karena Lempeng Megathrust Bergerak"
Gempa Yogya M 5,5 Terjadi karena Lempeng Megathrust Bergerak
Danu Damarjati - detikNews
Senin, 26 Agu 2024 21:35 WIB
Ilustrasi Jalur Megathrust yang Melalui Selatan Jawa (Istimewa/Dok. ITS)
Jakarta - Gempa bermagnitudo (M) 5,5 (sebelumnya BMKG menyampaikan M 5,8) berguncang dari laut selatan Yogyakarta alias Samudera Hindia. Gempa tersebut berguncang karena lempeng megathrust bergerak.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan lewat siaran pers tertulis, Senin (26/8/2024), gempa tadi tergolong gempa tektonik dengan pusat gempa yang dangkal.
"Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,85° LS; 110,17° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 107 km arah Barat Daya Gunungkidul pada kedalaman 42 km," tulis Daryono.
BMKG Catat 11 Gempa Susulan Usai Gempa M 5,8 di Gunungkidul Yogya
Gempa kecil dari megathrust
Gempa ini termasuk gempa megathrust. "Namun kecil," kata Daryono. Dia menjelaskan, lempeng-lempeng bumi di megathrust daerah Samudera Hindia Selatan Pulau Jawa bergerak sehingga mengakibatkan gempa.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya deformasi batuan di bidang kontak antar lempeng (megathrust). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust)," kata Daryono.
Sumber : Bmkg
Komentar
Posting Komentar